
Karena Dirimu begitu
cantik/tampan.
Jika
kecantikan ataupun ketampanannya yang menjadi alasanmu, bagaimana jika waktu
telah merengut kecantikkan ataupun ketampanan itu? Bagaimana kalau dia sudah
menjadi tua, ketika keriput melenyapkan kecantikan masa muda yang sebelumnya
dia miliki? ataupun hal lain yang membuat dia kehilangan hal tersebut? Masihkah
kalian mencintai dia? Jika kalian menjawab “ya” maka kecantikkan ataupun
ketampanan bukan alasannya. Jadi apa alasan yang sebenarnya?
Karena dirimu sangat
pintar.
Jika
Kepintarannya yang menjadi alasanmu, bagaimana jika ada pemikiran-pemikiran bodoh
yang bermunculan dalam benaknya? Mungkin saat menghadapi masalah yang
menurutnya cukup berat, sehingga membuatnya berpikir untuk mengakhiri hidupnya,
atau menjerumuskannya kedalam kecanduan alcohol, obat terlarang dan beribu-ribu
pemikiran dan tindakan bodoh lainnya, masihkah kalian mencintainya? Jika kalian
menjawab “ya” maka kepintarannya bukan alasannya. Jadi apa alasan yang
sebenarnya?
Karena kamu sungguh baik
hati.
Jika
kebaikan hatinya yang menjadi alasanmu, bagaimana jika suatu saat dia menyakitimu,
mungkin ada perkataan, ataupun tindakkannya yang membuatmu terluka. Atau
mungkin, secara tidak sengaja dia memukulmu, masihkah kalian mencintai dia?
Jika kalian menjawab “ya”, maka kebaikan hatinya bukan alasannya. Jadi apa
alasan sebenarnya?
Karena kamu begitu
perhatian, begitu care terhadap
diriku.
Jika
perhatiannya yang menjadi alasanmu, bagaimana jika suatu saat dia sibuk dengan
dunianya sendiri, sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia tidak memiliki waktu
untuk anda, sekedar buat mengirimkan SMS ucapan selamat pagipun dia tidak
sempat, masihkah kalian mencintai dia? Jika kalian menjawab “ya”, maka perhatiannya
bukan alasannya. Jadi, apa alasan sebenarnya?
Karena kamu mampu
membelikan apapun yang kuinginkan.
Bagaimana
jika suatu saat dia menemuimu dan mengatakan, “sayang, aku bangkrut. Kita tidak
punya apa-apa lagi.” Seperti roda yang selalu berputar, kadang kita berada pada
masa-masa dimana kita memiliki segala sesuatu tapi ada saatnya masa yang begitu
berat dan menekan yang datang dalam kehidupan kita. Pada masa-masa yang berat
tersebut, masihkah kalian mencintai dia? Jika kalian menjawab “ya”, maka
kekayaan yang dimilikinya bukan alasannya. Jadi, apa alasan yang sebenarnya?
Karena kamu selalu ada
buatku.
Bagaimana
jika suatu saat dia bertugas diluar kota. Atau seandainya dia adalah seorang
polisi ataupun tentara yang harus siap setiap saat dimana ketika dia menerima
panggilan tugas, maka mau tidak mau anda harus melepaskan dirinya pergi. Dan
ketika anda berada pada masa dimana anda membutuhkan kehadiranynya, tetapi dirinya
sedang dia berada ditempat tugas, bukankah ekstensinya tidak bersama anda? Walaupun
kalian menangis, memohon kepada dirinya untuk kembali, dia tidak akan bias
meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya. Pada saat dia berada jauh di tempat
lain, apakah kalian masih mencintainya? jika kalian menjawab “ya”, maka bukan
keberadaan ataupun ekstensinya di sisi anda bukan alasannya. Jadi, apa alasan
yang sebenarnya?
Karena dirimu mampu
membuatku tersenyum.
Tidak
bisa dipungkiri, dalam menjalin sebuah hubungan pertengkaran tidak dapat
dihindari. Emosi yang meluap-luap, terikan-terikan keras yang bercampur dengan
kata-kata kasar. Belum lagi tangisan yang tumpah dalam kondisi itu. Yang pasti
anda tersakiti, yang pasti air mata anda jatuh, yang pasti anda menangis,
marah, kesal, dan tanpa senyuman. Dalam keadaan seperti itu, masihkah anda
mencintainya? Jika kalian menjawab “ya” maka kemampuannya untuk membuat anda
tersenyum bukan alasannya. Jadi apa alasan yang sebenarnya?
Ketika
pertanyaan tersebut diajukan, maka segudang hal-hal baik yang kalian temukan
dalam diri pasangan anda itulah yang selalu anda sampaikan kepada pasangan
anda. Kenapa hal baik saja yang kalian sampaikan? Kemana sifat, sikap dan
kepribadiannya yang buruk? Apakah karena manusia, dengan segala egonya, hanya
mau mendengar hal-hal yang manis saja? Mencintai seutuhnya berarti segala
kelebihan maupun kekurangannya akan kita hadapi. Kebaikan itu hanya sebagian
kecil dari alasan kita mencintai seseorang. Bukankah sikap yang manis, sikap
yang baik selalu disukai oleh setiap orang? Tetapi sikap dan situasi yang tidak
nyaman selalu mengganggu setiap orang? Pada masa-masa seperti itu, masihkah
anda mampu berdiri tegar dan tetap berkata, “aku mencintaimu.”? Itulah cinta sesungguhnya,
dalam situasi apapun, dalam kondisi apapun anda tetap berdiri dan berkata, “aku
mencintaimu”
Tapi,
hal itu belum cukup untuk menyebutnya sebagai cinta sejati. Seperti halnya Hawa
diciptakan dari rusuk Adam untuk menjadi pelengkapnya, maka cinta itupun harus
saling melengkapi. Kadang kita tertipu dengan cinta semu, yang hanya mengumbar kemanisan
palsu belaka. Maksud saya, ketika anda mencintai seseorang dan sudah bersikap
seperti yang diatas, yaitu mampu bertahan dalam segala kondisi tetapi pasangan
anda masih terus menyakiti anda, lebih sering membuat anda tersakiti, masihkah
anda akan bertahan? Seberapa besarnya cinta anda, ada kondisi dimana anda harus
mencoba cara lain ataupun malah benar-benar menyerah. Jangan memaksakan sebuah
hubungan dimana tidak ada keseimbangan, tidak ada keselarasan, bahkan tidak ada
keharmonisan. Karena Cinta yang seharusnya adalah cinta yang saling
mengimbangi, give and receive. Tidak
ada manusia yang sempurna tetapi bukankah kesempurnaan itu bisa kita capai jika
kita bersama? Setidaknya mendekati kesempurnaan. Bukankah berdua itu lebih baik
daripada seorang diri? Tidak perlu menjadi orang lain untuk membuat seseorang
menyukai kita, jadilah diri sendiri.
You
know, you know you know I’d never ask you to change..
If perfect’s what you’re searching for, then just stay the same,
If perfect’s what you’re searching for, then just stay the same,
So
don’t even bother asking if you look okay, you know I say…
When I
see your face, There’s not a thing that I would change
Cause
you’re amazing, Just the way you are.
(Bruno Mars-Just The Way You Are[song])
Melengkapi
seperti apa yang harusnya ada dalam hubungan? Contoh kecil, ketika salah satu
sifat pasangan kita mudah marah, apakah kita punya kesabaran untuk
menghadapinya? Jika keduanya sama-sama keras, maka pertengkaran yang harusnya
selesai tetapi malah jadi berkepanjangan. Yang lainya? Biarlah kalian sendiri
yang mencarinya seiring dengan perjalanan sang waktu..
~I Love you not only who and what you are, but who and what I am when I
am with you~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar